MENGINTIP AH LUTFI MEMBEDAH SANTIGI

1_lutfi_tip_front

BEBERAPA waktu lalu, sebuah yamadori Santigi (Pemphis Acidula) sampai di stand bonsai AH Lutfi di Centra Bonsai Pluit, Jakarta. Santigi itu kiriman dari Sumenep, Madura, digali dari sebuah pulau di kawasan Sulawesi.

Menentukan posisi pohon pada pot

Menentukan posisi pohon pada pot

“Saya kurang tahu dari mana persisnya. Ini milik teman. Saya hanya bertugas untuk menggali dan memaksimalkan potensi dan aura Santigi ini. Kalau melihat daunnya, ini jelas jenis Santigi Sulawesi, diameter batangnya 22,5 cm,” ujarnya pada BursaBonsai.com.

Sebelum ‘operasi’ dilakukan, AH Lutfi menjelaskan bahwa Santigi umumnya tumbuh di dataran rendah yang dekat dengan pantai atau laut. Media tanam sebaiknya unsure pasir lebih dominan, usahakan menyiramnya dengan air bersih.

“Kalau disiram dengan air kotor, Santigi sangat rentan terkena penyakit bintil akar,” tegas AH Lutfi sembari menambahkan, kalau sudah kena penyakit bintil akar yang menjadi musuh utama Santigi ini, penanganannya adalah mencampurkan furadan ke dalam media tanam, sebagian diberikan dengan ditabur di atas media secara berkala.

Posisi terbalik yang diinginkan

Posisi terbalik yang diinginkan

Nah, mari kita ikuti ‘operasi’ bedah Santigi by AH Lutfi. Peralatan yang dia persiapkan cukup sederhana, ada gergaji kecil, tang penjepit kawat, tatah, palu kayu, kawat, dan salep cambium produksi sendiri. Tang –selain untuk kawat– dia fungsikan sebagai penarik sayatan pahat dan serat kayu sehingga jin-jinan tidak melawan atau meusak serat kayu.

FOTO 1
Menentukan posisi pohon pada pot. Pada yamadori seperti Santigi ini, penting sekali mengetahui atau memprediksi pohon ketika tumbuh di alam, lebih-lebih kalau kita tidak menggalinya sendiri. Ini perlu untuk mendapat pertimbangan kelanjutan kesahatan yamadori ini jika ditanam di pot dengan posisi berlawanan dengan saat tumbuh di alam.

FOTO 2
Posisi terbalik yang diinginkan. Pada posisi yang sudah fix, yamadori Santigi ini tampak sudah menampilkan potensi dan pesona liukan (flow) batang yang bagus sekali.

Pengerjaan secara manual

Pengerjaan secara manual

FOTO 3
PENGERJAAN: Alur lekukan dan liukan yamadori Santigi ini memang menawan sekali. Ini tergolong material bonsai premium, tetapi belum terlihat ‘kekuatan’ pada lekukannya. Masih lemah. Komposisi dan dimensi belum bisa menampilkan kedalaman ruang. Jadi perlu diambil tindakan/operasi untuk bisa menegaskan dan menampilkan kelebihan bawaam dari alam yamadori Santigi ini.

AH Lutfi sengaja mengukir pohon dengan memakai pahat manual (tatah) karena ia merasa jauh lebih bagus asal tidak melawan serat kayu yang di-jin. Pemakain bor atau gerindra pasti merusak serant kayu. Tetapi untuk keperluan tertentu atau posisi tertentu, pemakain bor atau gerinda sangat di butuhkan.

finishing touch

finishing touch

FOTO 4
Selesai pengerjaan. Hasil akhir dari pengerjaan dasar ini berhasil memberikan kekuatan ekstra, untuk mempertajam gerak (flow) pada lekukan pohon yang menawan. Hanya butuh finishing touch pada hal-hal kecil saja.
::: iwan@bursabonsai.com

2 Comments

  1. Bisa saja karena saya melihatnya di foto, tidak melihat secara langsung, saya melihat flow pohon dan drama alam kurang terekspresikan secara maksimal.

  2. rofiq says:

    Master Lutfi, bisakah saya mendapatkan salep poles kambium buatan anda sendiri itu?
    trims

Leave a Reply

Copyright © 2013 bursabonsai.com · All rights reserved