INDONESIAN BONSAI GURU

sulisi_Front1

Ada yang namanya menjulang tinggi dalam sejarah bonsai Indonesia. Beberapa dari mereka adalah Robert Steven yang popularitasnya telah menyebar ke seluruh benua, ada juga Budi Sulistiyo tokoh yang namanya akrab di telinga penggemar bonsai di berbagai negara. Tapi Sulis Ninja agak berbeda.

Dia sangat rendah hati, bergerilya bagai seorang oposisi dengan ‘idiologi bonsai”-nya sendiri, yang menekankan bonsai sebagai sebuah karya seni. Dia menciptakan bonsai dengan gayanya sendiri, punya karakter cukup khas …. Dan faktanya, Sulis Ninja adalah sosok Bonsai Guru bagi sementara penggemar bonsai di Indonesia.

Owned by Sulis Ninja

Owned by Sulis Ninja

Berikut perbincangan saya dengan Sulis Ninja

nDan ….
hoiiii ……

Saya bisa kirim beberapa pertanyaan lewat inbox?
Monggo (silahkan) …. asal saya bisa menjawabnya.

Sejak kapan terjun menekuni Bonsai?
Sekitar tahun 1988. Ketika itu saya masiih main sendiri.

Dimulai dari beli, menanam, atau menggali dari alam?
Awalnya meambil pohon yang pada menempel di pohon lain yang terlihat di sepanjang jalan yang saya lewati sewaktu bepergian bersama keluarga.

Owned by Sulis Ninja

Owned by Sulis Ninja

Pohon beringin?
Bisa beringin bisa yang lain. Tetapi kebanyakan memang jenis ficus.

OK. Belajar dari buku, insting, atau berguru? Kalau berguru, pada siapa?
Waktu itu belum ada buku bonsai yang beredar di toko buku. Saya melihat foto-foto bonsai di kalender … hehehe. Tapi sejak kecil saya sudah sering olah tanam pohon dengan ayah saya.
Pada lima tahun awal, saya menekuni bonsai secara sendiri. Benar-benar lebih karena insting dan pengaruh buku-buku seni dan budaya yang banyak jadi bacaan saya. Sekitar tahun 1993, saya bertemu dengan penggemar bonsai dari Sumenep, namanya Suyuti dan adiknya yg bernama Dirman. Sebulan sekali kakak beradik itu selalu bertemu saya di Surabaya. Saya juga beli beberapa bonsai dan bahan bonsai dari mereka. Dengan mereka saya banyak berdiskusi tentang bonsai. Berikutnya saya bertemu dengan Ismak Risandi, penggemar bonsai dari Tretes. Intersaksi dgn Ismak Risandi secara rutin lebih dari 10 tahun. Kami saling bertukar wawasan dan pengalaman soal bonsai ini.

Ketika mulai suka bonsai, apa status Anda? Pegawai Negeri Sipil, Mahasiswa atau apalah.
Swasta … bergerak di bidang pendidikan, punya kursus lah. Kursus bimbingan belajar itu saya rintis sejak tahun 1977, namanya LBB “Phi-Beta Group”.

Menurut pendapat Anda, bonsai itu art apa kerajinan tangan?
Bisa art bisa kerajinan tangan. Sangat tergantung orientasinya.

owned by Sulis Ninja

owned by Sulis Ninja

Kalau orientasinya bisnis?
Kalau orientasi bisnis dengan mengutamakan omset, market outlet, ekspor dan sejenisnya, saya pastikan bonsai menjadi masuk ke kategori kerajinan tangan.

Di luar orientasi bisnis itu, berarti bonsai adalah karya seni?
Kalau orientasinya untuk menjadikan Indonesia sebagai barometer perkembangan seni bonsai di dunia, orientasinya harus art. Kontes yang digelar harusnya mengarah ke orientasi art untuk menyuburkan atmosfer kreativitas, sehingga bisa mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai kiblat sekaligus barometer bagi negara lain.

OK …. kenapa harus ada Asisain (Association of Indonesian Bonsai Art Club)?
Ketika sudah muncul banyak klub bonsai di Indonesia, tidak ada yang mengakomodasi. Padahal memunculkan penggemar baru di bidang bonsai itu tidak gampang, sementara penggemar bonsai lama tentu ada yang berhenti bermain bonsai. Jika ada klub bonsai berdiri, dapat dipastikan mayoritas anggotanya punya militansi di bidang bonsai. Sayang kalau tidak diakomodasi. Saya kemudian berinisiatif mendirikan Aksisain, Asosiasi Klub Seni Bonsai Indonesia.

SULIS NINJA

SULIS NINJA

Berapa klub yang sudah bergabung?
Wah … angka pastinya saya tidak hafal. Saya bukan pengurus. Yang jelas anggota Aksisain sudah lebih dari 50 klub.

Apa perbedaan Aksisain dengan PPBI (Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia)? Pertama, dibidang kontes. Kedua, manajemen organisasi. Ketiga, pembinaan. Keempat, tampaknya Aksisain orientasi seninya sangat menonjol.
Perbedaan yg paling menonjol sudah anda sebutkan, yaitu orientasi art. Nah, beda yang lain, anggota PPBI itu bersifat perorangan. Anggota Aksisain itu klub/sanggar/komunitas. Untuk kontes, Aksisain tidak terlalu fokus disitu. Kontes lebih diserahkan ke klub masing-masing. Aksisain lebih berfungsi jadi corong ke klub-klub yg ada, kalau mereka menyelenggarakan pameran dan kontes.
Soal manajemen, pengurus Aksisain tidak boleh membuat aturan. Aturan hanya boleh diusulkan oleh klub-klub anggota. Jika usulan itu disetujui mayoritas klub anggota, aturan itu diberlakukan. Pengurus Aksisain tugasnya hanya menjaga agar aturan yang sudah disepakati itu dijalankan dengan benar. Jadi dalam aturan Aksisain, pasal pertamanya berbunyi: “Pada dasarnya tidak ada aturan yang diberlakukan di Aksisain”.
Soal pembinaan, bisa lewat acara-acara diskusi dan demo, bisa lewat majalah, bisa lewat jejaring sosial (social network), bisa lewat video di YouTube. Aksisain sudah menerbitkan dua edisi majalah “SENI BONSAI INDONESIA”. Aksisain juga punya grup jejaring sosial Facebook, digunakan untuk diskusi-diskusi tentang seni bonsai secara interaktif. Dalam semua kegiatan, Aksisain membuka pihak manapun untuk bisa berpartisipasi. Fokus Aksisain hanya pada pengembangan seni bonsai Indonesia dan berupaya menjadikan Indonesia sebagai barometer perkembangan seni bonsai di dunia.

Sulis Ninja collection

Sulis Ninja collection

Secara heirarki organisasi, Aksisain itu Top Organisasi karena anggotanya klub, sementara klub anggotanya perorangan. Dengan demikian PPBI jadi bagian dari anggotanya Aksisain dong? Hehehehe …
Soal organisasi dan posisinya, nggak penting banget. Itu kan hanya wadah. Yg penting itu apa yg utama jadi “produk” wadah-wadah itu. Produk utama wadah seni haruslah “Atmosfir kegairahan anggota untuk memunculkan karya-karya yang kreatif dan inovatif “. Lihat saja itu pameran-pameran bonsai di Indonesia. Sudah sekian lama tidak mampu menarik orang awam untuk dating melihatnya. Mengapa? Karena tidak pernah ada upaya untuk membuat terobosan. Yang dimunculkan terus menerus malah aturan-aturan yg nggak jelas dasarnya apa.

Owned by Sulis Ninja

Owned by Sulis Ninja

Bagiamana Anda mengamati perkembangan bonsai di Indonesia dan dunia?
Saya mulai melihat pergerakan komunitas bonsai di berbagai Negara. Geliat bonsai mengarah ke orientasi ART, mulai menampakkan gelagatnya. Ini bisa dijadikan momentum untuk menjadikan Indonesia sebagai pelopor pergerakan dan perubahan orientasi itu.

Apa filosofi bonsai Anda?
Saya tidak punya filosofi khusus untuk bonsai. Hahahahaha

OK. Berapa terbanyak bonsai yg pernah Anda punya? Tahun berapa itu? Sekarang punya berapa banyak bonsai?
Saya tidak ingat lagi. Dan saya memang tidak pernah mau mengingat-ingat. Kalau sekarang, saya punya lebih dari 100 bonsai.

Spesies pohon apa yang paling Anda sukai?
Tidak ada. Saya lebih menitik beratkan pada model dan gerak bahannya seperti apa. Sekarang orientasi saya pada bahan yang berpotensi memunculkan gaya bonsai yg baru.

Owned by Sulis Ninja

Owned by Sulis Ninja

Gaya bonsai baru? Bisa dijelaskan?
Bisa dong. Saya terus berusaha menciptakan gaya bonsai yg belum ada selama ini, yang belum dibuat oleh siapapun.

Ada contohnya?
Misal, gaya tertiup angin. Sudah adakah orang membuat bonsai style tertiup angin, tapi anginnya memutar? Seperti puting beliung …. belum ada kan? Saya sudah membuatnya.

Kita pernah berdiskusi soal model display bonsai. Bisa dipertajam?
Model display eksibisi atau kontes bonsai di seluruh dunia, seharusnya dimodifikasi secara kreatif. Ini agar lebih menarik perhatian dan lebih membuat orang penasaran. Misalnya untuk bonsai style menggantung (cascade), mestinya ya didisplay dalam ketinggian dua meter lebih. Jadi yang nonton berada di bawah bonsai gaya menggantung itu, bukan malah didisplay sejajar mata.

Satu lagi, dalam bonsai, hal pertama yang harus dikuasai itu apa? Pengetahuan karakter pohon, tanah, botanicalnya atau apa?
Syarat pertama dan utama jika anda hendak menekuni dunia bonsai adalah: cinta tanaman dan lingkungan.

Oh iya, belakangan sibuk di bidang apa?
Dunia pendidikan. Kebetulan saya diminta jadi anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur.

IWAN GAJAH I bursabonsai.com

 

23 Comments

  1. Él es una gran persona, es tan bueno como su trabajo
    Saludos desde Argentina

  2. Bonsai in the background the main photo is Junipers?
    I think it’s best bonsai in the world today.
    Number one in the world!
    You are really great man

  3. true bonsai artist
    Greetings from me
    Santiago Regroso
    (Philipines)

  4. I think he is very worthy to be aligned with bonsai masters of world class. I really enjoy your masterpiece bonsai

    Regards
    Harold VP
    Eindhoven

  5. BUDIMAN says:

    Saya sudah dengar nama besar bapak,
    tetapi baru lewat bursabonsai.com ini
    saya bisa tahu karya-karya bapak.
    Hebat! Salut!

  6. harmanto says:

    Bapak layak mendapatkan predikat ‘sang pendobrak’. Bapak ‘perubahan’ , ‘Bapak keberagaman’. Maju terus, semoga bonsai Indonesia membuat dunia mengarahkan pandangan kepada kita.

  7. Wisnu Jakas says:

    A phenomenal Bonsai Guru.

  8. Jika boleh saya menyimpulkan, master Sulis Ninja ini adalah seorang oposisi di dalam ‘pemerintahan dan kekuasaan’ dunia bonsai Indonesia yang sedang di pegang PPBI.
    Gemana kawan-kawan?

    • Sulis Nin Ja says:

      Saya tidak pernah tertarik dgn kekuasaan, apalagi di dunia bonsai…hehehe. Saya hanya melakukan apa yg menurut saya harus dilakukan untuk mengembangkan seni bonsai Indonesia.

  9. JOKO says:

    Bonsai-bonsai karya Pak Sulis bagus. Itu saya akui. Sayangnya saya bukan penggemar Tanuki, jadi ya …..

    • Sulis Nin Ja says:

      Alhamdulillah kalau anda bukan penggemar tanuki. Saya belum pernah bikin bonsai dengan teknik tanuki. Setiap orang punya hak untuk memilih.

  10. Setuju! Master Sulis Ninja adalah salah satu pioner perbonsaian Indonesia yang karya2nya cukup fenomenal.

  11. Karya-karyanya bisa memperkaya hasil karya begitu banyak Pebonsai Indonesia… selamat dan jangan berhenti berkarya…..

  12. Betawi Asli says:

    Ntu bonsai-bonsai boss Sulis bonsai asli apa tempelan yak?

    • Saya pikir biasalah yang besar banyak masalah, yang kecil adem ayem. Kan PPBI organisasi besar yang sudah berkembang ke seluruh tanah air gan, wajar kalau muncul banyak riak-riak dinamisasi organisasi di dalamnya.
      Lah Aksisain kan organisasi kecil, paling cuma di Yogya, Jawa Timur dan sedikit Jateng. Wajar jika lebih kompak dan militan.

  13. maju terus bonsai Indonesia…salam dari Jombang pak.

  14. vira says:

    salam kenal dari saya tiyang jember

  15. ragilPanjis says:

    berkarya..berkarya…berkarya…, Salam kenal dan Hidup guru… salut… dgn karyamu.. maju terus…

  16. zaenal says:

    Semoga hasil karya Mas Sulis jadi Maha karya Bonsai Indonesia.

Leave a Reply

Copyright © 2013 bursabonsai.com · All rights reserved