PEDRO J MORALES, KAISAR BONSAI AMERIKA

bicoca_Front

Dia pemain mandolin yang handal, jago membuat pot-pot futuristik, dosen sekaligus pemilik School of Tropical Bonsai, petani yang telah banyak mencetak master bonsai.

PEDRO dan bonsai mini (shohin)nya yang tampil sebagai juara Amerika

SEGUDANG kelebihan itu menempatkan Pedro J Morales sebagai salah satu dedengkot master bonsai di planet bumi, tak sedikit yang menjulukinya sebagai ‘Dewa” bonsai Amerika –termasuk Amerika Latin. Dedikasinya terhadap perkembangan bonsai di Amerika dan Amerika Latin memang patut diacungi jempol.

“Saya memang lahir di lingkungan keluarga petani. Salah satu saudara saya ada yang terjun di agribisnis. Tetapi saya baru mengenal Bonsai saat kuliah,” ujar Pedro J Morales pada Iwan Gajah dari www.bursabonsai.com, disela-sela kesibukannya sebagai maestro sekaligus juri dalam kongres bonsai di Meksiko.

Suatu saat pada tahun 1980 ketika sedang mengikuti class di kampusnya, seorang dosen –profesor dari Spanyol– membernya bonsai, sambil menjelaskan teknik dan nilai-nilai seni pada sebuah bonsai. Sebulan kemudian Pedro harus mempresentasikan tugasnya, dan dia mendapat nilai sangat memuaskan. Sejak itulah Pedro serius menerjuni dunia bonsai, dan memilih bekerja pada saudaranya yang punya bisnis pembibitan tanaman hias.

KOLEKSI PEDRO J MORALES

Pada dasarnya Pedro memang punya talenta kuat di bidang seni. Sambil terus memperdalam ilmu bonsai, ia masih terus bermain music sebagai hobi dasarnya. “Dulu saya bermain musik secara profesional, sejak SMA. Sekarang main musik hanya sekadar kesenangan,” kata Pedro. Ia lihai memainkan sejumlah alat musik seperti Gitar, Mandolin, Bandurria (alat musik tradisional Spanyol), dan Cuatro (alat musik tradisional Puerto Rico).

Saat ini Pedro berupaya berekplorasi dalam seni pot. Tidak begitu istimewa jika dilihat dari bahan dasarnya, semen, ram kawat, dan zat pewarna. Tetapi di tangan Pedro dengan sentuhan artistiknya, pot-pot itu menjadi terlihat fituristik tapi tidak meninggalkan unsur natural. Pot-pot hasil karyanya itu ia namakan Kuramas dan Slap. “Gampang banget, kuncinya cuma dua, Anda harus kreatif dan berusaha keras membuat Kuramas dan Slap itu tampak seperti natural,” katanya. Kini membuat pot menjadi salah satu mata pelajaran dalam sekolah bonsainya.

KOLEKSI PEDRO J MORALES

Pedro kini mengkoleksi sekitar 500 bonsai, dari berbagai jenis spesies. Ia juga rajin mengikuti kontes bonsai tingkat internasional. Tetapi baginya menang dan gelar juara tidaklah terlalu penting, berpartisipasi dan menjalin persahabatan antar sesama penggemar bonsai di seluruh penjuru dunia jauh lebih berarti baginya.

“Saya lupa kapan itu terjadi, tetapi saya pernah jadi runner-up kontes bonsai dunia. Yang saya masih ingat betul, tahun lalu displai shohin saya tampil sebagai juara pertama pada eksebisi nasional bonsai se Amerika,” kata Pedro J Morales. Shohin adalah bonsai ukuran mini yang juga disebut Mame.
Lelaki ramah cenderung humoris ini mengaku tidak punya pohon favorit untuk dijadikan bonsai, tetapi ia menyukai spesies pohon-pohon di daerah tropis. Kalau soal gaya bonsai, secara pribadi ia lebih suka style grouping miniatur hutan dan bunjin style.

‘’Tetapi jangan lupa, saya juga menyukasi gaya bonsai-bonsai di daerah tropis macam gaya payung dan flat top style,’’ ujarnya.

PEDRO dan batu Suiseki-nya

Pedro punya filosofi yang cukup menarik dalam berbonsai : Kalau kita ingin jadi pebonsai yang baik, maka kita harus selalu kontak dengan alam dan mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengannya. “Belajar bonsai adalah proses kontinyu pada kehidupan, dan rasanya senang kalau bisa melewati dengan baik apa yang saya pelajari itu,” ungkapnya.

Selain bonsai, Pedro J Morales juga menyempatkan waktu untuk menekuni Penjing dan Suiseki. Baginya Penjing adalah sebuah upaya untuk mengekspresikan keindahan alam dalam bentuk miniatur. Kalau hobi koleksi batu Suiseki bahkan dia jalani bersamaan waktunya dengan hobi bonsainya.

“Koleksi batu Suiseki saya banyak sekali,” tegasnya.

Pedro termasuk golongan master bonsai yang suka berfikir lateral, suka membuat sesuatu yang keluar dari kaidah-kaidah fundamental bonsai. Tahun lalu misalnya, pada Pameran Nasional Bonsai Amerika, dia cuma menampilkan bonsai-bonsai kate (shohin) yang di tata di atas rak rancangan anaknya. Pedro mengaku sudah mempersiapkan diri untuk mendapat cemooh dan kritik penginjung dan juri, karena dia mendisplai bonsainya di rak futuristik dari bahan akrilik buram.

PEDRO dan Mandolin-nya

“Saya sudah siap secara mental menghadapi tanggapan negatif pengunjung dan juri karena saya menampilkan sesuatu yang keluar dari jalur bonsai tradisional, tetapi saya lega, ternyata mereka menyambut antusias terobosan saya. Bahkan displai dan bonsai saya juara pertama,” kisah Pedro, bersemangat.

Sebelum mengunci wawancara, Pedro J Morales tak lupa memberi tip dan trik buat penggemar bonsai se dunia : Untuk menjadi pebonsai yang baik dan menghasilkan bonsai yang baik, Anda harus belajar lebih dahulu tentang holtikultura. Bonsai adalah 80% masalah holtikultura dan 20% soal art.

IWAN GAJAH [www.bursabonsai.com]

14 Comments

  1. arif er rachman says:

    mantaappppppp

  2. aziz tri p says:

    Waduhh..baru tau, mantan Pak Boss-ku jadi juragan bonsai. Siiip, mas..Baru baca satu tulisan ini saja udah tahu gayanya Mas Iwan. Sangat informatif dan —seperti biasa gaya sampeyan— enak dibaca. Semoga sukses.

  3. wisata murah says:

    bapak bonsai Pedro memang tegolong unik sob. karena dari beberapa artikel yang pernah ane baca. karya bonsainya nganeh nganehi.hehehehe

    bonsai suren pabrik happy blogging

  4. Hadi Wijaya says:

    Salut
    Sepertinya orang ini adalah seniman sejati dari keluarga petani

  5. Deni Bonsai Asyik says:

    It’s inspiring
    I agree that bonsai are 20% art and 80% agricultural

  6. Mohammad Dzofar says:

    Lihat karya dan gayanya, orang ini Seniman sejati!!

  7. Avelino Carlos says:

    Era un verdadero maestro.
    Nunca lo conocí en el concurso de bonsáis en los Estados Unidos
    es muy igualitario y humor
    Gracias http://www.bursabonsai.com

  8. Astrid Herrera says:

    Geweldig!
    Uniek profiel

    Groeten uit Amsterdam
    astrid

  9. Nail Stewards says:

    A unique and wonderful person

  10. Lee Yeo Shuk says:

    Great bonsai artist

Leave a Reply

Copyright © 2011 bursabonsai.com · All rights reserved